TANGGUNG JAWAB KEPERDATAAN DALAM PENYELENGGARAAN PENGANGKUTAN UDARA ATAS KETERLAMBATAN JADWAL PENERBANGAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG PENERBANGAN

Shinta Nuraini, Tuhana -

Sari


Abstract

This article aims to determine civil liability for flight delays that disadvantageous to the passengers and compensation given by the Carrier to passengers in case of delay consequence their negligence. Type of research used include normative research. Approach used legislation approach. Law materials used primary law material and secondary law material. Primary law material include Legislation and secondary law material such as all the publicity on the law. Based on results of research and discussion that the carrier fully responsible for flight delays that cause harm to the passenger if such delay caused damage to the plane, then the Carrier obliged to give compensation to passengers. Except for Airlines can prove that the delay was due to weather factors and the technical operational subsequently the Carrier not obligated to compensate the passengers in accordance with Article 146 of Law Number 1 Year Of 2009 On Aviation. Compensation indemnification further stipulated in Liaison Ministerial Regulation Number 77 Year Of 2011 with compensation amounted to Rp.300.000,00 (three hundred thousand Rupiahs) after suffering a delay over 4 hours.

Keywords: Responsibility, Delay, Passengers

Abstrak

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui tanggung jawab perdata atas keterlambatan penerbangan yang merugikan pihak penumpang serta ganti rugi yang diberikan pihak pengangkut terhadap penumpang bila terjadi keterlambatan akibat adanya wanprestasi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan hukum ini adalah penelitian normatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Undang-Undang. Bahan hukum yang digunakan dalam penelitian adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum primer ini adalah perUndang-Undangan dan bahan hukum sekunder berupa semua publikasi tentang hukum. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan bahwa pengangkut bertanggung jawab atas keterlambatan penerbangan yang menyebabkan kerugian kepada penumpang apabila keterlambatan tersebut dikarenakan kerusakan pada pesawat, maka pihak pengangkut diwajibkan untuk memberikan ganti rugi kepada penumpang. Kecuali maskapai penerbangan dapat membuktikan bahwa keterlambatan tersebut dikarenakan faktor cuaca dan teknis operasional maka pengangkut tidak diwajibkan memberikan ganti rugi kepada penumpang sesuai dengan Pasal 146 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Kompensasi pemberian ganti rugi diatur lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 dengan pemberian ganti rugi sebesar Rp.300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah) setelah mengalami keterlambatan selama 4 jam.

 

Kata Kunci : Tanggung Jawab, Keterlambatan, Penumpang

Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.