IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENCEGAHAN dAN PENANGGULANGAN HUMAN IMMUNODEFICIENCY/AQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME (HIV/AIdS) dI KOTA SURAKARTA

Siti Wahyuningsih, Widodo Tresno Novianto, Hari Purwadi

Sari


Abstract
This Articel to analyze the implementation of policy on the prevention and combat of Human Immunodefisiency Virus and Aquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) in Surakarta City. This type of research in writing this is a non-doctrinal/empirical, with basing on the concept of the law of the 5th. The form used is the research diagnostic analysis. The data type of the data source, and the primair include primary and secondary legal materials. Data analysis using qualitative analysis. Based on the results of research and discussion with respect to issues that are examined, it can be summed up as follows : (1) Factors that become the cause of inadequate response to the HIV and AIDS amongst others caused the problem of HIV and AIDS has not been considered a priority issue by the health sector as well as the development of related sectors; (2) the political support that has not been adequately against the program; (3) yet uncoordinated Commission Response AIDS (KPA) and the SKPD of Surakarta City either the direction of development, planning and implementation of policies and programs regarding the Decree despite various efforts for tackling even the financing has been issued; and (4) the still inadequate dissemination of information and access to health services and the availability of VCT services, ARV existence for sufferers and those at high risk with HIV/AIDS. The steps that must be performed in order to cope with HIV/AIDS in Surakarta, among others : (1) Aspects of the substance of the law with further strengthen runway operations mainly technical instructions and guidelines that govern the start of planning, implementation, evaluation, monitoring, sanctions; (2) Aspects of structure/function and by improving the institutional tasks of KPA either in quality, as well as institutional manegement KPA. (3) Aspects of culture either by increasing the involvement of the population of Key Non Governmental Organizations (NGOs) care about HIV/AIDS and high risk groups in planning the program and run the program as well as an evaluation of the program as a Field Officer (FO), Counselor, Case Manager. The establishment of culture/culture done by influencing the attitudes and behavior of continuously/routine so that you can understand, addressing the process of countermeasure and empathy, so as to minimize the discrimination against People Living with HIV/AIDS (ODHA).

Keywords: Implementation – Policy – HIV/AIDS – Surakarta

Abstrak
Artikel  ini  bertujuan  untuk  menganalisis  Implementasi  Kebijakan  Pencegahan  Dan Penanggulangan Human Immunodefisiency Virus Dan Aquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Kota Surakarta. Jenis penelitian dalam penulisan ini adalah non – doktrinal/ empiris, dengan mendasarkan pada konsep hukum yang ke 5 . Bentuk penelitian yang digunakan adalah analisis diagnostik. Jenis data primair, dan sumber data meliputi bahan hukum primer dan sekunder. Analisis datanya menggunakan analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sehubungan dengan masalah yang dikaji, dapat disimpulkan sebagai berikut :
(1) Faktor-faktor yang menjadi penyebab belum maksimalnya penanggulangan HIV dan AIDS antara lain disebabkan  masalah HIV dan AIDS belum dianggap masalah prioritas baik oleh sektor kesehatan maupun sektor pembangunan yang terkait; (2) dukungan politik yang belum memadai terhadap program; (3) belum terkordinasinya Komisi Penanggulangan AIDS (KPA)  dan SKPD Kota Surakarta  baik berupa arahan pengembangan, perencanaan dan pelaksanaan kebijakan dan program meskipun berbagai Surat Keputusan mengenai upaya penanggulangan bahkan pembiayaan telah dikeluarkan; dan (4) masih belum maksimalnya penyebaran dan akses informasi layanan kesehatan dan ketersediaan adanya layanan VCT, ARV bagi penderita dan orang beresiko tinggi terinfeksi HIV dan AIDS . Langkah – langkah yang harus dilakukan agar penanggulangan HIV /AIDS di Kota Surakarta antara lain: (1) Aspek substansi hukum  dengan lebih memperkuat landasan operasional terutama petunjuk teknis  dan petunjuk pelaksanaan  yang mengatur mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, monitoring, sanksi). (2) Aspek struktur/kelembagaan  dengan meningkatkan fungsi dan tugas KPA  baik secara kualitas, manegement serta kelembagaan KPA. (3) Aspek budaya/kultur baik dengan meningkatkan keterlibatan Populasi Kunci Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) peduli HIV/AIDS dan kelompok resiko tinggi dalam perencanaan program dan menjalankan program serta evaluasi program sebagai petugas lapangan (PL), Konselor, Manager Kasus . Pembentukan budaya/kultur  dilakukan dengan cara mempengaruhi sikap dan perilaku secara terus menerus/rutin agar dapat memahami, menyikapi proses penanggulangan  dan empati , sehingga dapat memperkecil diskriminasi terhadap ODHA.

Kata Kunci:  Implementasi; Kebijakan; HIV/AIDS; Surakarta


Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.