PENGGUNAAN ZAKAT PRODUKTIF UNTUK MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT MUSLIM PENYANDANG DISABILITAS (KAJIAN DARI UU NO.8 TAHUN 2016 DAN NO.23 TAHUN 2011)

Agus Rianto .

Sari


Setiap manusia menginginkan dilahirkan dalam keadaan normal, tetapi karena berbagai sebab tidak sedikit orang-orang yag mengalami kecacatan dalam berbagai macam, sehingga mereka menjadi penyandang cacat/disabilitas. Dalam kehidupan bermasyarakat, berdasarkan UU No.8 tahun 2016 tentang penyandang DDisibilitas mereka tetap mempunyai hak dan kwajiban yang sama dengan orang-orang normal. Mereka harus diberikan bantuan dan pemberdayaan,karena para penyandang cacat disubilitas ini mengacu pada UU No.8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, mempunyai hak yang sama untuk bisa hidup layak. Ada beberapa produk Undang-Undang lain yang memberi perlindungan hak kepada para penyandang cacat, diantaranya adalah Undang-undang No.23 tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zaakat bagi warga muslim penderita cacat disabilitas bila mengacu kepada Undang-Undang No.23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat berbasis untuk mendapatkan batuan dari dana zakat infak dan shadaqah, terutama Zakat Produktif untuk memberdayakan kehidupan meraka agar bermanfaat bagi diri mereka dan masyarakat terutama bantuan itu bila mengacu ke UU No.8 tahun 2016
di atas, bisa diberikan sebagai modal usaha yang bisa digunakan untuk mencari nafkah dan mengembangkan potensi kaum penyandang cacat/disabilitasi.

 

Kata kunci:penyandang cacat/disabilitas, zakat produktif, pemberdayaan, modal usaha


Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.