EFEKTIFITAS HIBAH HAK ATAS TANAH MENURUT HUKUM ADAT DALAM PENDAFTARAN TANAH DI KABUPATEN BOYOLALI

Vita Peni Maryuningrum ., Pius Triwahyudi ., Irnawan Darori .

Sari


Abstract

Grant is one of many ways to transfer land rights of the holder of the right to exclude others with just free. Under the terms of the law the Land, then the mandatory registration of transfer of rights to the Land's office issued a certificate as a guarantee of legal certainty and legal protection for rights holders on their grant legal actions undertaken. Research is using juridical empirical approach is carried out in the district of Boyolali Regency by taking samples in the Village Mojolegi and Village Sudimoro, with specification of research descriptive, with the population studied is the relevant parties that do grant, among others, the Notary / PPAT, Land Office, in particular section Land Rights and Land Registration and citizens that the village head. The survey results revealed that the factors which is why there are still people who use the grants are Indigenous and do not use PPAT, due to ignorance, the issue of cost and the strong role of the village head in the process of transfer of rights over land (grants) .In the law that grants do customarily is a legitimate legal act, but not legally prove their grant legal act formally required in the provision of land registration. Transfer of land rights can only be registered if it is evidenced by the PPAT deed that serves as proof that the right has made the relevant legal acts, and in this respect grant. The conclusion of this study, that the grant Indigenous although legally valid customary but cannot be used as a condition for registration of land without artificial deed of grant, so the grant is customary must be equipped with a certificate PPAT by way of the parties facing PPAT, as a precondition for registration of land for grants, so the grants are not effective in the registration of customary land.


Keywords: Grants Indigenous, Land Registry, Effective.

 

Abstrak

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui apakah penghibahan yang dilakukan menurut hukum adat, efektif untuk dijadikan dasar dalam proses pendaftaran tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Boyolali. Penelitian yang menggunakan metode pendekatan yuridis empiris ini dilakukan di wilayah Kabupaten Boyolali denagan mengambil sampel di Desa Mojolegi dan Desa Sudimoro, dengan spesifikasi penelitian secara deskriptif analitis, dengan   populasi yang diteliti adalah para pihak yang terkait yang melakukan hibah antara lain, para  Notaris /PPAT, , Kantor Pertanahan, khususnya seksi Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah dan warga masyarakat yang kepala desa. Hasil penelitian diketahui bahwa faktor faktor yang mengapa masyarakat masih ada yang menggunakan  Hibah secara Adat dan tidak menggunakan PPAT, disebabkan karena ketidak tahuan, masalah biaya dan masih kuatnya peran kepala desa dalam proses peralihan hak atas tanah ( hibah ).secara hukum bahwa hibah yang dilakukan secara adat adalah merupakan perbuatanhukum yang sah, tetapi tidak membuktikan secara hukum adanya perbuatanhukum hibah secara formal yang diwajibkan dalam ketentuan pendaftaran tanah. pemindahan hak atas tanah hanya dapat didaftarkan jika dibuktikan dengan akta PPAT yang berfungsi sebagai bukti bahwa benar telah dilakukan perbuatan hukum yang   bersangkutan dan dalam hal ini hibah.  Kesimpulan dari penelitian ini, bahwa hibah Adat  meskipun sah secara hukum adat tetapi tidak dapat dipakai sebagai syarat dalam pendaftaran tanah tanpa dibuat akta Hibah, sehingga hibah secara adat harus dilengkapi dengan akta PPAT dengan cara para pihak menghadap PPAT,  sebagai syarat untuk melakukan pendaftaran tanah karena hibah, sehingga hibah adat tidak efektif dalam pendaftaran tanah.

 

Kata kunci :  Hibah Adat,Pendaftaran Tanah, Efektifitas.

Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.