IMPLEMENTASI MEDIASI DALAM PROSES LELANG ATAS HAK TANGGUNGAN DI PENGADILAN NEGERI

Winna Sampaguita ., Albertus Sentot Sudarwanto .

Sari


Abstract

This article aims to assess the implementation of mediation, factor constraints and solutions in the auction process encumbrance in Surakarta District Court. The method used using empirical legal by nature qualitative descriptive study. The type and source of the legal use of primary law, secondary law, and tertiary legal materials. The technique of collecting data using interviews and documentation. Data analysis was performed using interactive analysis. In conclusion that the implementation of mediation in the auction process carried out through two security rights that pre-mediation stage and phase of the mediation process. Factors constraints occur: 1) The lack of good faith of the parties in the mediation process. 2) The absence of strict sanctions to force one or both parties (the Plaintiff or Defendant) to attend a mediation conference at a predetermined time. 3) The role of the attorney or advocate who does not always support the implementation of the mediation process in order to resolve the dispute peacefully. The solution is to encourage the parties to do good will encourage the parties to attend mediation, and encouraging legal counsel to support the mediation process.

Keywords: Mediation, Auctions, Deed Mortgage.

Abstrak

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji implementasi mediasi, faktor kendala dan solusi dalam proses lelang hak tanggungan di Pengadilan Negeri Surakarta. Metode penelitian yang digunakan menggunakan hukum empiris dengan sifat penelitian deskriptif kualitatif. Jenis dan sumber bahan hukum menggunakan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa implementasi mediasi dalam proses lelang hak tanggungan dilaksanakan melalui dua yaitu tahap pra mediasi dan tahap proses mediasi. Faktor kendala yang terjadi yaitu: 1) Kurangnya iktikad baik para pihak dalam proses mediasi. 2) Tidak adanya sanksi yang tegas yang dapat memaksa salah satu atau para pihak (Penggugat atau Tergugat) untuk menghadiri pertemuan mediasi pada waktu yang telah ditentukan. 3) Peran kuasa hukum atau advokat yang tidak selalu mendukung pelaksanaan proses mediasi dalam rangka menyelesaikan sengketa secara damai. Solusi yang dilakukan adalah mendorong para pihak beritikad baik, mendorong para pihak yang bersengketa untuk menghadiri mediasi, serta mendorong kuasa hukum untuk mendukung proses mediasi.

Kata Kunci: Mediasi, Lelang, Hak Tanggungan.


Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.