ANALISIS KEKHILAFAN HAKIM YANG NYATA SEBAGAI DASAR PENGAJUAN PENINJAUAN KEMBALI OLEH TERPIDANA DALAM PERKARA PENGANIAYAAN YANG MENGAKIBATKAN KEMATIAN (STUDI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR: 57 PK/PID/2013)

Kristiyadi ,, Dennis Oktafianto, Muhammad Akbar Hanafi

Sari


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai adanya suatu kekhilafan hakim yang nyata sebagai dasar pengajuan peninjauan kembali oleh terpidana dalam perkara penganiayaan yang mengakibatkan kematian (Studi Putusan Mahkamah Agung nomor: 57 PK/PID/2013) sudah sesuai dengan ketentuan Pasal 263 KUHAP, serta bertujuan untuk mengetahui perimbangan hukum hakim Mahakamah Agung dalam memeriksa dan memutus peninjauan kembali oleh Terpidana

Penulisan hukum ini merupakan penelitian hukum normatif, bersifat preskiptif. Menggunakan jenis sumber hukum yaitu, bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Teknik pengumpulan bahan hukum dalam penelitian ini adalah dengan cara studi kepustakaan. Dalam penulisan hukum ini, penulis menggunakan analisis dengan metode deduksi yang berpangkal dari pengajuan yang menjadi premis mayor adalah Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), sedangkan premis minornya adalah Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 39 PK/Pid.Sus/2011.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dihasilkan simpulan, yakni: Pertama, kekhilafan hakim yang nyata sebagai dasar pengajuan peninjauan kembali oleh terpidana dalam perkara penganiayaan yang mengakibatkan kematian sudah benar dan sesuai dengan ketentuan Pasal 263 KUHAP, sehingga hal tersebut harus diterima oleh Judex Factie dikarenakan bahwa tindakan dari Pemohon Peninjauan Kembali Wihariyantono bin Kamid yang melakukan penembakan pada korban Rambi merupakan bentuk pembelaan terpaksa (noodwer). Kedua, Bahwa argumentasi hukum Hakim Mahkamah Agung dalam Putusan Mahkamah Agung RI Nomor. 57 PK/PID/2013 sudah sesuai dengan ketentuan KUHAP yakni Pasal 266 angka (2) Huruf a KUHAP. Pertimbangan hakim Mahkamah Agung sudah sangat cermat dengan mengetahui duduk perkara yang dihadapi dengan menerapkan Pasal 49 KUHP yang menyatakan bahwa Pemohon Peninjauan Kembali/Terpidana tidak dapat dipidana karena perbuatannya tersebut didasarkan pada pembelaan darurat (noodwear).

Kata kunci: Kekhilafan hakim atau kekeliruan yang nyata; peninjauan kembali; Penganiayaan yang mengakibatkan kematian.

 

ABSTRACT

This Study aims to determine the presence of a judge’s mistake tangible as the basis for the filling of a review by the convict in the case of presecution that resulted in death (Study of decision the Supreme Court of numbers: 57 PK/PID/2013) is conformity with the provisions of Article 263 of the Criminal Procedure Code, and aims to determine the balance of the law in the Supreme Court judges to examine and decide reconsideration by convicted.

The type of this research is prescriptive normative law and applied. Using this type of sources of law, namely, the primary legal materials and secondary law. Legal material collection techniques in this research is to study literature. In legal writing, the author uses analysis by method of deduction stemming from the submission of the major premise is the Code of Criminal Procedure (Criminal Procedure Code), while the minor premise is the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number: 39 PK / Pid.Sus / 2011.

Based on the results of research and discussion resulting conclusions, namely: First, the judge's mistake tangible as the basis for the filing of a review by the convict in the case of persecution that resulted in the deaths is correct and in accordance with the provisions of Article 263 of the Criminal Code, so it must be received by Judex factie because that action Petitioners Reconsideration Wihariyantono bin Kamid who did the shooting at the victims of a form of defense forced Rambi (noodwer). Second, the argument that the law of the Supreme Court Judges in the Supreme Court Decision Number. 57 PK / PID / 2013 is in conformity with the provisions of the Code of Criminal Procedure Article 266 point (2) Letter a Criminal Procedure Code. Consideration of Supreme Court judges have been very careful to know the principal case faced by applying Article 49 of the Criminal Code which states that the applicant Reconsideration / defendants can not be convicted because his actions were based on emergency defense (noodwear).

Keywords: judge faults or noticeable erros; the review; Mistreatment resulting in death.

Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.