KESESUAIAN PENGGUNAAN SAKSI VERBALISAN SERTA PETIMBANGAN HUKUM HAKIM DALAM MENJATUHKAN PUTUSAN (Studi Putusan Nomor 1131/Pid.An/2013/Jkt.Sel)

Azharia Putty Alamanda

Sari


Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan saksi verbalisan serta efek yang ditimbulkan dari dihadirkannya saksi verbalisan tersebut dengan pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan. Saksi verbalisan atau saksi penyidik adalah penyidik yang kemudian menjadi saksi suatu perkara pidana di muka persidangan karena terdakwa mengatakan bahwa keterangan yang dimuat dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dibuat dalam keadaan dibawah tekanan atau terdapat perbedaan keterangan saksi dengan yang tertulis di Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Pembahasan yang dibahas dalam penelitian ini adalah kesesuaian kehadiran saksi verbalisan dengan ketentuan Pasal 184 KUHAP dan kesesuaian pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan dengan Pasal 183 Jo Pasal 193 ayat (1) KUHAP. Penelitian Hukum ini merupakan penelitian hukum normatif bersifat preskriptif dan terapan. Jenis penelitian dengan pendekatan kasus, sumber penelitian ini berasal dari  bahan hukum sekunder yang berupa perundang-undangan dan bahan hukum primer yang berupa buku, jurnal ataupun artikel.Hasil yang diperoleh dari penelian ini adalah bahwa keterangan saksi verbalisan akibat pencabutan BAP yang telah dilakukan oleh terdakwa dapat dikategorikan sebagai salah alat bukti yang sah yaitu petunjuk sesuai dengan ketentuan Pasal 184 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, serta pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan telah sesuai dengan ketentuan Pasal 183 Jo Pasal 193 ayat (1) KUHAP dimana hakim telah memperoleh lebih dari dua alat bukti yang meyakinkan dan pengadilan harus menjatuhkan pidana.

Kata Kunci : Pembuktian, saksi verbalisan, pertimbangan hakim.

Abstract
This study aims to determine the position of a verbal witness as well as the effects of legal considerations from the judge in dropping sentences by presenting the verbal witness. Verbal witness or investigator witness is an investigator who became witness to a criminal case at the court because the defedant said that the information contained in the investigation and interrigation report (BAP) is made in a state of tension or there is a difference with the witness statements written in the investigation and interrigation report (BAP). The discussion covered in this research is the presence of a verbal witness conformity with the provisions of Article 184 Criminal Procedure Code and the suitability of the legal considerations of judges in decisions by Article 183 Jo Article 193 paragraph (1) Criminal Procedure Code.This legal research is normative legal research that tend to be both prescriptive and applied. Using the case approach, this study done by analyzing cases those related with the current issue. The sources of this research are secondary legal material by means of legal documents, and the primary legal material which include book, journal, or article.The  results  of  the  study  is  that  the  the  testimony  of  verbal  witnesses  due  to  the  revocation  of  the investigation and interogational report which has been done by the defendant could be categorized as one of valid evidence namely suggestion in accordance to Article 184 Criminal Code,  also, legal consideration by the judge in dropping sentences has been fitted with the Criminal Code Procedures Article No. 183 Jo. Article 193 section (1) whereas the judge possesing more than two assuring evidence and the court shall sentencing the crime.

Keywords: Description defendant, judge considerations, the crime of trafficking in persons.


Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.