PEMBATALAN PUTUSAN PAILIT PENGADILAN NIAGA OLEH MAHKAMAH AGUNG (Studi Putusan Kasasi Nomor 522k/Pdt.Sus/2012)

Gerald Angga Pratama Putera, Zakki Adlhiyati

Sari


Abstrak
Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui Ratio Decidendi (pertimbangan hukum) Hakim Agung dalam Putusan  Kasasi  Nomor  522k/Pdt.Sus/2012.  Serta  akibat  hukum  adanya  pembatalan  pailit  terhadap Putusan Nomor 02/Pailit/2012/Pn. Niaga. Smg.Penelitian  hukum  ini  menggunakan  penelitian  normatif  yang  bersifat  deskriptif.  Pendekatan  yang digunakanan adalah pendekatan kasus. Sumber bahan hukum terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder. Teknik pengumpulan bahan hukum yang digunakan adalah teknik kepustakaan yang dilakukan dengan cara mengumpulkan studi pustaka yang terkait baik dari media cetak maupun media internet. Analisis bahan hukum dalam penelitian hukum ini dilaksanakan secara deduksi silogisme.Perkara  kepailitan  ini  berawal  dari  perjanjian  utang-piutang  antara    Debitor  dengan  Kreditor  dalam
bentuk utang-piutang kedua belah pihak yang didalamnya terdapat peletakan Hak Tanggungan (HT), debitor yang tidak dapat memenehui prestasinya akhirnya dipailitkan oleh kreditor karena debitor telah memenuhi syarat kepailitan, karena pembuktian sederhana dalam kepailitan sudah terpenuhi Pengadilan Niaga Semarang mengabulkan permohonan pailit tersebut, tetapi pada tingkat kasasi mahkamah agung membatalkan putusan kasasi tersebut dengan Ratio Decidendi Hakim Agung adalah bahwa permohonan pernyataan pailit merupakan upaya terakhir (ultimum remidium) dalam penyelesaian utang Debitor kepada Kreditor yang telah dijaminkan dengan Hak Tanggungan, dalam hal kedudukan Kreditor pemegang Hak Tanggungan sebagai Kreditor Separatis maka harus dilaksanakan pelelangan melalui Kantor Badan Urusan Piutang  dan  Lelang  Negara terlebih dahulu bukan di ajukan permohonan pailit karena bisa berakibat putusan tersebut premature dan dibatalkan oleh Mahkamah Agung, akibat yang timbul dari pembatalan putusan pailit ini adalah kedudukan hukum debitor pailit menjadi tidak pailit, selesainya tugas pemberesan harta pailit oleh kurator, adanya restitutie in integrum

Kata kunci : pailit, pengadilan niaga, kasasi, pembatalan pailit

Abstract
The aims of this research is to determine the Judge Ratio Decidendi (law consideration), in granting Cassation Appeal in Number 522k/Pdt.Sus/2012. and the law consequences the annulment of bankruptcy against Verdict Number 02/Pailit/2012/Pn.Niaga.Smg.This is prescriptive normative law research and applied research with case approach. Using primary and secondary law materials of source law. Collection technique of law material in the form of a literature study or a document studies. Analytical techniques used by Author are the technical analysis of deductive syllogism.This bankruptcy case started from a mortgage right in a debts agreement between debtor and creditor. The debtor can’t fulfill his duty, so the creditor be avowed as a bankrupt because it fulfilled the terms of bankruptcy, because the simple provident of bankruptcy was fulfilled, Semarang Commercial Court grant
the bankruptcy application, but it was declined in Supreme Court Casation, the Supreme Court Casastion judge ratio decidendi are The request of bankruptcy statement is the final effort (ultimum remidium) on debtor debt to creditor problem’s solving which was pledged by mortgage right, about creditor’s who hold mortgage right as a Separatist Creditor should do the auction from Agency Office of debts and state auction first, not applying a bankruptcy statement because it can make a premature verdict and can be canceled by Supreme court. This canceling bankruptcy verdict make the Creditor legal position  not bankrup anymore, the completion of settlement assets bankruptcy by curator, and there was a restitutie in integrum.

Keyword : bankruptcy, commercial court, cassation,  void bankruptcy


Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.