FORMULASI KUMULASI GUGATAN YANG DIBENARKAN TATA TERTIB ACARA INDONESIA (STUDI PUTUSAN MA NOMOR. 2157 K/PDT/2012 DAN PUTUSAN MA NOMOR. 571 PK/PDT/2008)

Kidung Sadewa, Heri Hartanto

Sari


Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi kumulasi gugatan yang dibenarkan menurut tata tertib acara di Indonesia berdasarkan prinsip umum dari analisis dua putusan Mahkamah Agung, karena pada
hakikatnya tidak ada aturan dalam hukum acara perdata di Indonesia yang melarang kumulasi gugatan namun terdapat putusan yang tidak memperbolehkan adanya kumulasi gugatan.Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif atau penelitian hukum doktrinal yang bersifat preskriptif dengan pendekatan kasus. Penelitian ini menggunakan jenis dan sumber bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer dan sekunder. Teknik pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan cara studi dokumen. Teknik analisis bahan hukum menggunakan teknik analisis metode induktif. Tidak adanya aturan rigid yang melarang kumulasi gugatan dalam hukum acara perdata di Indonesia secara a contrario memperbolehkan adanya kumulasi gugatan. Namun pada praktiknya terdapat putusan Mahkamah Agung  yang  amarnya  saling  bertentangan  yaitu  putusan  nomor.  2157  K/Pdt/2012  yang mengabulkan kumulasi gugatan dan putusan nomor. 571 PK/PDT/2008 yang menyatakan gugatan tidak dapat diterima. Berdasarkan analisis dua putusan Mahkamah Agung tersebut dapat ditarik prinsip umum formulasi kumulasi gugatan yang dibenarkan tata tertib acara Indonesia yaitu terdapat hubungan erat, hubungan hukum dan kesesuaian antara posita dengan petitum.

Kata kunci: Perbuatan Melawan Hukum, Wanprestasi, Kumulasi Gugatan

Abstract

The aim of this research is to understanding the cumulative claim based on Indonesian civil procedural law by analyzing two verdict of supreme court since no civil procedural rule that prohibit cumulative claim.This is prescriptive doctrinal or normative research with the case approach, this research use the primary law sources and secondary law sources as legal source. The technique of collecting legal material in this research use library research and use inductive method as the technique of analyzing legal material.The unpresent of rule in Indonesian civil procedural law that prohibit cumulative claim inevitablely permit cumulation claim.  However in practice, there is a contradiction of two supreme court’s verdicts which are verdict number 2157 K/Pdt/2012 that permit cumulative claim and verdict number 571 PK/PDT/2008 that prohibit cumulative claim. According to two analyzed verdicts, it can be acquired that permitted cumulative claim formulation in Indonesian civil procedural law required close connection, legal connection and consistency at the claim.
Keywords: Onrechtmatige Daad, Tort, Cumulative Claim


Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.