KOMPETENSI ABSOLUT PERADILAN AGAMA DALAM MENGADILI PERKARA YANG DI DALAMNYA TERDAPAT SENGKETA HAK MILIK DIKAITKAN DENGAN ASAS PERSONALITAS KEISLAMAN (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 001-SKM/MA/2015)

Roni Satriya Cahyadi, Harjono ,

Sari


Abstrak
Penelitian  hukum  ini  bertujuan  untuk mengetahui batasan dari kompetensi Peradilan Agama dalam mengadili perkara yang di dalamnya terdapat sengketa hak milik dikaitkan dengan asas personalitas keislaman, serta penerapannya dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 001-SKM/MA/2015. Penulisan hukum ini merupakan penelitian normatif yang bersifat preskriptif, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kasus dan juga pendekatan undang-undang dengan jenis bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, bahan hukum primer yaitu Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 dan Putusan Mahkamah Agung Nomor 001-SKM/MA/2015. Bahan hukum sekunder yaitu buku-buku, jurnal hukum serta artikel yang berkaitan dengan kompetesi peradilan Agama dalam Perkara hak milik. Berdasarkan  Pasal  50  Undang-Undang  Nomor  3  Tahun  2006  tentang  Peradilan Agama,  bahwa sengketa hak milik yang dapat menjadi kompetensi Peradilan Agama adalah sengketa hak milik yang  melibatkan  orang-orang  yang  beragama  Islam,  sengketa  hak  milik  memiliki  objek  perkara yang sama dengan perkara yang menjadi kompetensi Peradilan Agama, dan perkara sengketa hak milik dengan perkara pada Peradilan Agama tidak berdiri sendiri atau saling terkait perkara satu sama lain. Penerapannya pada kasus yang tertuang dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 001-SKM/MA/2015 tentang adanya sengketa kewenangan mengadili antara Pengadilan Agama Limboto dengan Pengadilan Negeri Limboto mengenai objek perkara yang sama yaitu sengketa hak milik pada Pengadilan Negeri dengan perkara pembagian harta bersama pada Pengadilan Agama, yang mana  dalam  putusan  tersebut  menetapkan  bahwa  sengketa  hak  milik  diputus  bersama  perkara pembagian harta bersama oleh Pengadilan Agama.

Kata kunci: Peradilan Agama, hak milik, personalitas keislaman

Abstract
This Legal research is to determine the limits of the competence of the Religious Courts adjudicate on property right disputes associated with the principles of Islamic personality, as well as its application in the Supreme Court Decision No. 001-SKM / MA / 2015.This is prescriptive normative research. The approach used case approach and statute approach with the primary law and secondary law sources. The primary law sources are the law no. 3 of 2006 and the Supreme Court Decision No. 001-SKM / MA / 2015, and secondary law sources are books, law journals and other article documents related to the competence of the Religious Courts on property right  disputes.
Based on Article 50 of Law No. 3 of 2006 on the Religious Courts, the competency of Religious Court are property right disputes among Muslim, the dispute has samilar object with the competency of Religious Court, and case of property right disputes with proceedings ini Religious Court are not independent or interrelated cases one another. The implementation in the case that implied in Supreme Court decision number 001-SKM / MA / 2015 about dispute adjudicate competency between District Court of Limboto against Religious Court of Limboto regarding similar object which is a property right dispute on District Court in case of marital property distribution on Religious court, which is in the decision concluded that property right dispute along with marital property distribution is settled by Religious Court in one verdict.

Keywords: Religious Courts, Property Right, Islamic Personality


Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.