AKIBAT HUKUM KONSIGNATIE BAGI PARA PIHAK DALAM PERKARA PERDATA

Harjono Harjono, Heri Hartanto, Kadek Evinka Yuristin

Sari


Abstract


This research examines the issues and answer the consignatie legal consequences for the parties to the dispute. In the agreement or the engagement
happens sometimes lenders are not willing to accept payments from the debtor so as to bring difficulties for borrowers in terms of interest payments and so on. For the debtor may file a creditor "aanbod van gereede betaling" means offers readiness to pay. If the offer is still not acceptable, then the money or goods that can be consignatieThis research includes normative research type which are prescriptive.

This research used primary data and secondary data. Secondary data is the main data in this study. While the primary data used as the secondary data. The secondary is used to collect the data with studies or study document libraries. Analytical techniques used are qualitative. The nature of this analysis is deductive, i.e. ways of drawing conclusions from things that are common to the things that are special.


This study obtain results that konsignatie is one way to ending the agreement (Article 1381 of the Civil Code). Deals like that which followed later by deposit money or goods, by the law of the debtor angle equated with payment and frees the debtor of the obligation, as long as the offer is done according to the law and the responsibility of the lender because he refused payment of the debtor.


Abstrak


Penelitian ini mengkaji dan menjawab permasalahan mengenai akibat hukum konsignatie bagi para pihak yang bersengketa. Dalam perjanjian atau perikatan ada kalanya terjadi pihak kreditur tidak bersedia menerima pembayaran dari debitur sehingga membawa kesulitan bagi debitur dalam hal pembayaran bunga dan sebagainya. Untuk itu debitur dapat mengajukan kepada kreditur “aanbod van gereede betaling “ artinya penawaran kesiapan membayar. Apabila penawaran tersebut masih juga tidak diterima, maka uang atau barang itu dapat dikonsinyasikan.


Penelitian ini termasuk jenis penelitian normatif yang bersifat preskriptif. Data penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data sekunder merupakan data utama dalam penelitian ini. Sedangkan data primer digunakan sebagai data sekunder. Untuk mengumpulkan data sekunder digunakan dengan studi kepustakaan atau studi dokumen. Teknik analisis yang digunakan bersifat kualitatif. Sifat dasar analisis ini bersifat deduktif, yaitu cara-cara menarik kesimpulan dari hal-hal yang bersifat umum ke arah hal-hal yang bersifat khusus.


Penelitian ini memperoleh hasil bahwa konsignatie merupakan salah satu cara berakhirnya perikatan yang disebut dalam ketentuan Pasal 1381 Kitab UndangUndang Hukum Perdata. Penawaran yang seperti itu yang disusul kemudian dengan menitipkan uang atau barang tersebut, oleh undang-undang dari sudut debitur disamakan dengan pembayaran dan membebaskan debitur dari kewajibannya, asal penawaran itu dilakukan menurut undang-undang dan menjadi tanggungan kreditur karena dirinya menolak pembayaran debitur


Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.