ALASAN HUKUM PENGAJUAN KASASI OLEH TERDAKWA BERDASARKAN KEALPAAN HAKIM DALAM PERKARA PENCABULAN ANAK

Cindy Adiastari, Yustiandar Prahani, Sri Wahyuningsih Yulianti

Sari


Abstrak
Berdasarkan hasil penelitian pada Putusan Mahkamah Agung Nomor 141K/Pid.Sus/2007 tentang Perkara Pencabulan Anakdapat disimpulkanbahwaalasan pengajuan kasasi oleh terdakwa berdasarkan kealpaan hakim dalam perkara pencabulan anak adalah Terdakwa keberatan atas putusan yang telah dijatuhi Pengadilan Tinggi, dan menganggap bahwa Pengadilan Tinggi telah salah dalam menerapkan hukum, karena kurang mempertimbangkan hal-hal yang meringankan perbuatan Terdakwa, yaitu bahwa Terdakwa telah mengakui
dan menyesal atas perbuatannya. Sebelum menjatuhkan putusan tersebut, hakim haruslah memperhatikan pertimbangan-pertimbangan yang ada. Ketentuan mengenai dikabulkannya permohonan kasasi terdakwa oleh Mahkamah Agung,dipertegas dalam Pasal 256 KUHAP yaitu jika Mahkamah Agung mengabulkan permohonan kasasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254, Mahkamah Agung membatalkan putusan pengadilan yang dimintakan kasasi dan dalam hal itu berlaku ketentuan Pasal 255.

Abstract
Based on the research study on Supreme Court’s verdict number 141K/Pid.Sus/2007 about Child Sexual Abuse Crime it could be concluded that the defendant’s legal rationale in appealing to Supreme Court based on the Judges’s inattentiveness in child sexual abuse that the defendant was objected by the Supreme Court’s decision and had misapplied law for paying less attention to points alleviating the defendant’s misconduct, that the defendant had admitted and regretted his misconduct. Before making decision, the judges must pay attention to the existence consideration. The conditions of Supreme Court appealing grant was confirmed in Article 254, it should cancel the court’s verdict filed for appealing and in this case the provision of Article 255 prevailed.


Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.